Ini Alibi Maurizio Sarri Soal Terjengkangnya Juventus Jelang Akhir Musim


Sempat unggul Dua gol dari AC Milan, Juventus bahkan kalah 2-4 di San Siro

Juventus tergelincir di San Siro, saat mereka takluk 2-4 dari tuan rumah AC Milan pada pertandingan yang dimainkan Rabu (8/7) dini hari WIB. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Turin – Pelatih Juventus Maurizio Sarri mengklaim musim 2019/2020 menjadi yang paling berat dalam sejarah sepak bola Eropa. Itu juga yang menjadi alibinya  juara bertahan Serie A delapan episode terakhir tersebut tampil tidak konsisten dalam sebulan terakhir.

Sekalipun mereka unggul lima poin dengan tiga pertandingan tersisa, Juventus hanya butuh menang satu kali dalam lima laga terakhirnya dan bisa tetap memimpin karena dua pesaing, Inter Milan dan Lazio juga terjengkang.

Serie A berusaha dituntaskan dalam waktu enam pekan. Alhasil jadwal laga menjadi sangat padat setelah jeda tiga bulan akibat pandemi Covid-19. Tim-tim harus mengatasi suhu yang panas dan mengakhiri laga sampai malam dengan stadion yang kosong melompong.

“Tanda apa yang bisa saya berikan kepada Juventus sejauh ini? Satu hal yang baik karena inilah kejuaraan yang sangat sulit dalam sejarah sepak bola Italia,” kata Sarri kepada wartawan.

“Mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang nyata itu saya kira tim ini sudah tampil bagus sekali. Ini fase yang tidak lazim. Tak pernah terjadi sebelum ini kami memainkan kejuaraan dalam bulan Juli,” ungkapnya.

Juventus akan memastikan gelar jika menang dalam pertandingan Senin (27/7) dini hari WIB. Kamis (23/7) lalu Juventus kalah 1-2 melawan Udinese.

Sekalipun kalah, Sarri senang terhadap perilaku tim. Sarri juga menyinggung soal terlalu sedikit waktu dalam mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.

“Kami akan bersiap untuk pertandingan besok dalam waktu 30 atau 40 menit besok pagi,” ucapnya. (ASF)

More From: Indonesia Inside