Maldini Mengabaikan Keputusan Wasit yang Memberikan Hukuman Juventus di Ujung Laga


Maldini Mengabaikan Keputusan Wasit yang Memberikan Hukuman Juventus di Ujung Laga

Indonesiainside.id, Milan – Direktur Teknis AC Milan Paolo Maldini mengabaikan keputusan wasit untuk memberikan penghargaan kepada Juventus sesaat sebelum pertandingan bubar. Legenda Rossoneri lebih tertarik mengomentari performa hebat timnya selama 90 menit.

Namun, katanya, Milan tidak bisa menyembunyikan kemarahan pada wasit. Alasannya, mereka tidak bisa bermain Theo Hernandez di leg kedua 4 Maret mendatang karena wasit diusir keluar lapangan. Yang jelas, mereka tidak dapat menerima penalti untuk Juventus dan kartu kuning Zlatan Ibrahimovic dan Samu Castillejo.

"Ada penegakan aturan di lapangan yang penuh dengan interpretasi, tapi saya tidak akan terlalu fokus pada itu atau ada pemain yang akan diskors di leg kedua," kata Maldini kepada Rai Sport.

"Saya lebih tertarik dengan performa tim hebat yang sudah direncanakan dengan baik oleh pelatih. Terutama di lini tengah, yang membuat kami lebih percaya diri daripada sebelumnya," katanya.

Maldini kecewa karena dia tidak bisa memenangkan pertarungan. Namun, katanya, bermain dengan sikap berani dan menciptakan banyak peluang sudah cukup bagi Milan untuk kembali ke identitas aslinya sebagai tim besar.

Mantan kapten Milan itu tidak bisa lepas dari nasib banyak kartu kuning yang diterima timnya. Meski begitu, katanya, itu wajar terjadi dalam pertandingan yang berlangsung sengit dan panas.

"Sayangnya, ketika bermain di level itu, Anda akan terjebak dalam melakukan tekel keras untuk menyelam. Kami meminta pemain untuk berani, berjuang keras, dan bertarung. Jadi, kami tidak bisa mengeluh tentang jumlah kartu kuning," katanya.

"Kami akan terus bermain bersama dengan 11 pemain bahkan tanpa Ibrahimovic, Theo dan Castillejo. Itu sangat penting. Di masa depan, kami harus tampil lebih klinis setelah apa yang kami buat selama pertandingan." Saat bermain melawan tim berkualitas seperti Juventus dan Anda tidak dapat memaksimalkan peluang, apa pun bisa terjadi, "katanya.

"Kekalahan menyakitkan Inter bisa saja membunuh kami, tetapi kami sebenarnya bisa membuktikan sebagai tim yang kembali bekerja ke level tertinggi," katanya.

Sebagai catatan, Juventus memang mengontrol pergerakan bola sebesar 58 persen. Namun, mereka kurang kreatif dalam menciptakan peluang. Livescore mencatat, Milan mampu melepaskan sembilan tembakan tepat sasaran dan enam lainnya gagal. Sementara Juventus hanya bisa melakukan empat tendangan tepat sasaran.

Milan lebih dulu unggul berkat cheat Ante Rebic pada menit ke-61. Juventus hanya bisa membalas di akhir pertandingan melalui penalti Cristiano Ronaldo. (ASF)

More From: Indonesia Inside